Minggu, 14 Mei 2023

Bagi masyarakat Indonesia, Idul Fitri,Silaturrahmi dan Halal bi Halal bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan; saling berkait dan mempercantik nuansa masing-masing.

Semuanya menyadari bahwa tujuan Halal bi Halal adalah mengharmoniskan hubungan kekerabatan,

yang sangat tepat yaitu untuk  memperbaharui dan mempererat persaudaraan. Aktivitas manusia yang begitu sibuk, bahkan sering mengharuskannya jauh dari kerabat, sangatlah membutuhkan suasana Halal bi Halal. Paling tidak agar acara tahunan itu benar-benar menjadi perhatian khusus untuk bersilaturrahmi dan saling memafkan bagi semua pihak. Ketimbang jikalau tidak ada acara tahunan seperti itu, mungkin kesibukan akan meleburkan perhatian mereka akan pentingnya bersilaturrahmi.

Halal bi halal adalah salah satu bukti keluwesan ajaran Islam dalam implementasi nilai-nilai universalitasnya. Nilai universalitas silaturrahmi yang diajarkan bisa menjelma menjadi beragam acara sesuai dengan kearifan lokal masing-masing daerah, dengan catatan tetap mengindahkan norma-norma Islam yang sudah ditentukan. Maka tidak boleh tercampuri kemaksiatan apa pun dalam implementasinya. Setelah manusia berbuat baik kepada Allah dengan berpuasa sebulan penuh; mengabdikan diri kepada-Nya. Maka pada momen Idul Fitri dan Halal bi Halal, giliran mereka meneguhkan kesadaran persaudaraan antar sesama dengan saling memaafkan dan berbagi keceriaan. Aktivitas ini sangat indah sebagaimana diisyaratkan surat al-Hajj ayat 77, "Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan supaya kamu mendapat kemenangan". 

Dan surat al-A'raf ayat 199,

 "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh". Maka, Halal bi Halal meskipun asli kelahiran Indonesia, namun esensinya tetap Islami.



Senin, 17 April 2023

Pendidikan Sejak Dini

 Pendidikan Zakat Sejak Dini



PAUD TERPADU AL-MAHRUS pada Ramadhan 1444 H hadir lagi dengan kegiatan berbagi dengan sesama yang membutuhkan. 

Perintah tentang zakat  dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 103 :

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya :"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ramadhan Barokah

Selain melaksanakan ibadah puasa, salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam pada bulan ramadhan adalah mengeluarkan zakat fitrah. Waktu yang paling utama mengeluarkan zakat fitrah adalah di akhir ramadhan, walau ada juga yang mengeluarkannya di awal atau pertengahan ramadhan.



Zakat fitrah berfungsi untuk menyempurnakan ibadah puasa agar manusia kembali kepada kesucian (fitrah), sebagai penghapus dosa, mendidik manusia untuk mau saling berbagi dan peduli terhadap kesulitan orang lain. 

Sebenarnya sudah ada lembaga-lembaga yang menjadi pengelola zakat, tetapi ada juga zakat yang langsung diberikan dari orang yang berzakat (muzakki) kepada para penerimanya (mustahiq). 

Dalam hal ini PAUD Terpadu Al-Mahrus mengenalkan Zakat bukan hanya secara literasi tapi melakukan praktik Langsung dengan cara memberikan kepada orang-orang yang berhak khususnya di daerah sekitar lembaga. 

Mengapa harus Sejak Dini ?

Saya percaya semua orang Muslim tahu tantang zakat, sebagai bagian dari rukun Islam. Doktrin ini kita dapatkan sejak kecil baik melalui orangtua maupun guru TK dan TPA kita. Namun dokrin bahwa zakat juga bagian dari kepedulian kita terhadap sesama dan berdampak untuk ekonomi, maupun zakat sebagai soko guru perekonomian Islam, saya rasa belum. Salah satu elemen yang penting dalam menggelorakan literasi zakat adalah subyek (edukator), siapa saja? Salah satunya adalah orangtua (keluarga).

Sebagai orangtua kolaborasi ayah dan ibu yang bertanggungjawab atas kurikulum pendidikan anak-anak kita, maka sudah seharusnya kita perlu meng-update muatan edukasi kita tentang zakat. Mulai kapan? tentunya sejak sedini mungkin, melalui doktrin-doktrin keagamaan, khususnya tentang bab zakat. Sedini itu kah? Iya, karena momen-momen golden age dalam menanamkan aqidah dan akhlak itu dari keluarga. Termasuk cara pandang atas beragama.

Nah, dengan meliterasikan anak sejak dini, di usia golden age, maka ketika sang anak menapaki usia dewasa, pemahaman dan lifestyle yang terbentuk sudah well literate dengan zakat. Mulai dari keluarga sudah dibekali muatan zakat sebagai instrumen kegamaan dan sosial ekonomi. Mulai dari pengetahuan dasar hingga pengetahuan lanjutan tentang zakat meliputi pembayaran zakat ke lembaga amil zakat.

Anak-anak yang ikut nimbrung pada saat penerimaan atau pembagian zakat fitrah jangan dianggap sebagai gangguan, tetapi jadikan itu sebagai sarana pendidikan, memperkenalkan kepada mereka tentang zakat. Biarkan mereka mengamati, bertanya, atau ikut ambil bagian jadi “panitia” pengelola zakat sebagai latihan bagi mereka ketika suatu saat mereka benar-benar terjun menjadi ‘amilin karena tentunya perlu kaderisasi ‘amilin di lingkungan tempat tinggal.

Selama ini yang menjadi ‘amilin zakat fitrah didominasi orang-orang dewasa pengurus RT/RW dan pengurus DKM. Sementara tingkat keterlibatan remaja relatif rendah padahal para remaja perlu juga dikaderkan untuk mengelola zakat fitrah. Anak-anak pun perlu dilibatkan dalam konteks sebagai bentuk pendidikan kepada mereka.  Orang tua yang membayar zakat fitrah alangkah baiknya juga membawa serta anaknya, tujuanya untuk memperkenalkan kepada anak tentang zakat fitrah.

Karena rasa ingin tahunya yang tinggi, biasanya anak-anak banyak bertanya kepada orang tua. Oleh karena itu, orang tua perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan anak dengan singkat, jelas dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak.  Pertanyaan yang biasa disampaikan oleh anak antara lain; Apa itu zakat fitrah? Mengapa harus mengeluarkan zakat fitrah? Apa bentuk zakat fitrah? Berapa jumlah zakat fitrah yang wajib dikeluarkan? Siapa yang mengelola zakat fitrah? Dan kemana zakat fitrah disalurkan?

Sebagai upaya memperkenalkan zakat kepada anak, di sekolah-sekolah pun ada yang menerima zakat fitrah. Di lembaga PAUD TERPADU AL-MAHRUS  memfasilitasi penyaluran zakat fitra dari peserta didik. Hal ini bisa dijadikan sebagai upaya untuk memperkenalkan, mendidik, dan menanamkan gerakan sadar atau cinta zakat kepada peserta didik, dan sebagai peran sekolah dalam mengelola zakat fitrah untuk disalurkan kepada yang berhak.

Melalui pendidikan zakat sejak dini, anak didik diharapkan untuk menjadi manusia yang sadar akan kewajibannya, mau berbagi rezeki, peduli terhadap sesama utamanya kepada kalangan yang kurang mampu, dan tertarik untuk berpartisipasi dalam pengelolaan zakat di masa yang datang.




Ramadhan 1444/April 2023

Senin, 06 Februari 2023

MANFAAT BERMAIN JUAL BELI UNTUK ANAK USIA DINI

 


Manfaat Bermain jual beli untuk Anak Usia Dini

Bermain jual beli adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak.

Tema pembelajaran di PAUD TERPADU AL-MAHRUS Minggu ini yaitu Imajinasi dan kreativitasku"

Maka sebagai puncak tema kita mengadakan kegiatan bersama yaitu berdagang /jual beli Jasuke dan salad buah.

Pada kegiatan ini yang ingin dicapai diantaranya yaitu mengetahui mata uang, ukuran serta tata cara jual beli.

Hal ini akan sangat bermanfaat bagi pendidikan karakter anak

Pada kegiatan ini anak-anak memulai dari proses awal pembuatan jasuke maupun salad buah sampai pada praktek jual belinya.

Jasuke, pembuatannya diawali dari menggerus jagung, mengukus, meletakkan kedalam wadah dan pencampuran susu.

Sedang proses pembuatan salad yaitu  dari mulai mencuci, mengu pas, memotong, meletakkan ke wadah.

Dari kegiatan ini ada beberapa manfaat bermain jual beli untuk Anak, salah satunya yaitu dapat Melatih Problem Solving.

Kita tentu tahu bahwa bermain peran memiliki banyak manfaat untuk anak usia dini. Bermain peran ini banyak jenisnya diantara bermain peran berdagang. Bermain peran akan membuat anak-anak belajar tentang aktivitas dan situasi di dunia nyata nantinya.

Bermain peran, termasuk berdagang, dapat membangun kepercayaan diri anak  jika dihadapkan pada situasi seperti itu di kemudian hari.

Ternyata, masih banyak lagi manfaat bermain peran berdagang bagi anak, diantaranya :

✔ Mengajarkan Dasar-dasar tentang Keuangan

Di era sekarang ini, kita memang sudah hidup di dunia mata uang virtual dan transaksi keuangan yang begitu cepat karena traksaksi banyak dilakukan secara digitalisasi.

Anak-anak tidak mungkin belajar dan memahami bagaimana keuangan, bagaimana bentuknya uang tersebut jika mereka tidak memahami konsep dasar uang tunai. Oleh sebab itu, bermain jual beli akan memperkenalkan mereka pada tahapan pertama transaksi pertukaran uang dan barang, lagi pula dunia anak dalam mengenal benda  harus dimulai  dari konkrit ke Abstrak.

✔ Belajar Mengambil Keputusan secara mandiri

Meski masih kecil, belajar untuk mengambil keputusan adalah hal yang penting. Jangan biarkan anak merasa kesulitan dalam berpikir dan menentukan pilihan agar tidak selalu bergantung pada orang lain.

Latihlah mereka untuk berani menentukan pilihan dari hal yang sederhana, misalnya apa yang mau mereka beli hari ini dan berapa yang mereka beli. Meski terlihat sederhana hal ini akan berpengaruh bagi kehidupan mereka saat ini dan di masa yang akan datang.

✔ Belajar secara langsung Matematika Dasar

Kemampuan untuk melakukan matematika cepat sangat berguna dalam kehidupan dan bisnis.

Bermain jual beli dengan anak merupakan sebuah momen untuk mengajarkan mereka matematika dasar seperti penambahan dan pengurangan, seperti bentuk, ukuran, banyak dan sedikit.

✔ Melatih Komunikasi secara aktif

Disaat bermain jual beli tentu  akan terjadi interaksi dengan mereka. Hal inilah yang akan membuat mereka terbiasa untuk belajar bagaimana berkomunikasi aktif secara lebih jelas dan lancar.

Mereka juga akan dengan perlahan belajar mendeskripsikan sesuatu yang ingin mereka beli atau yang mereka tawarkan.

✔ Mengasah Kreativitas kognitif

Proses belajar seorang anak tentu dimulai dari bagaimana mereka mampu berimajinasi. Saat bermain jual-jualan, daya imajinasi seorang anak akan sangat terlatih. Mereka akan berimajinasi apa yang sedang mereka jual atau apa yang ingin mereka beli.

✔ Cermat Dalam Memilih 

Pada saat bermain peran tadi ada dua jenis makanan yang diperjual belikan yaitu jasuke dan salad. Dari situ mereka memilih apa yang akan mereka beli.

Hal ini mengajarkan mereka bagaimana lebih cermat dalam memilih dan mempertimbangkan sesuatu.

Saat bermain jual beli, anak-anak akan langsung belajar memilih barang yang baik untuk dibeli. Bukan hanya itu, saat menjadi penjual mereka juga akan berusaha agar selalu mendapatkan untung.

Mulailah dengan hal yang sederhana saja, seperti dengan bermain jual beli seperti di pasar, atau jual beli makanan layaknya di restoran. Gali mimpi mereka sejak usia dini.

“Bila anak mempunyai potensi bawaan kecerdasan dan dirangsang terus-menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi, maka ia akan mempunyai banyak bentuk kecerdasan,” (dr. Soedjatmiko)

Meski memiliki banyak manfaat, bermain pasar-pasaran dan jual beli bukanlah satu-satunya cara untuk mengajarkan anak tentang matematika dan keuangan, masih banyak jenis bermain peran yang dapat menstimulus anak untuk mengasah kemampuannya tentang matematika dasar.

Masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan, sehingga saat permainan ini terasa sulit bagi anak masih bisa mencari jenis permainan lain.






Jumat, 27 Januari 2023

 

Bulan Rajab atau bulan ketujuh dalam kalender Islam tahun ini jatuh pada hari Senin, 23 Januari 2023. 

Mengingat kemuliaan dan banyaknya keutamaan pada bulan Rajab, umat muslim dianjurkan untuk beribadah dan memanjatkan doa

Keutamaan dan keistimewaannya  tercantum dalam salah satu hadits hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah, sebagai berikut:

وعن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏"‏إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض‏:‏ السنة اثنا عشر شهرًا، منها أربعة حرم‏:‏ ثلاث متواليات‏:‏ ذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان

Dalam surat At-Taubah ayat 36, Allah SWT berfirman mengenai bulan-bulan yang diagungkan:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Salah satu keutamaan bulan Rajab adalah bahwa malam satu Rajab adalah salah satu malam yang mustajab bagi doa.

Untuk mendapatkan keutamaan pada bulan Rajab, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:

1. Doa Menyambut Bulan Rajab

أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

Artinya: "Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan."

2. Doa Istighfar Rajab

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ۳

Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Kuasa (3x)

اَلَّذِيْ لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ الْمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ مَاكَرِهَ اللهُ قَوْلًا وَفِعْلًا وَسَمْعًا وَبَصَرًا وَحَاضِرًا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ وَمَاأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Artinya: Yang Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Aku bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. Aku bertobat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang aku perbuat) keterlaluan, (dosa) yang aku sembunyikan, (dosa yang aku perbuat) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau-lah Yang Maha Pemula, Engkau-lah Yang Maha Akhir, dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.


للَّهُمَّ إِنَّيْ اَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ إِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَاأَرَدْتُ بِهِ وَجْهَكَ الْكَرِيْمَ فَخَالَطْتُهُ بِمَا لَيْسَ لَكَ بِهِ رِضًى وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَا وَعَدْتُكَ بِهِ نَفْسِيْ ثُمَّ اَخْلَفْتُكَ وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَادَعَالِيْ إِلَيْهِ الْهَوَى مِنْ قَبْلِ الرُّخَصِ مِمَّااشْتَبَهَ عَلَيَّ وَهُوَ عِنْدَكَ مَحْظُوْرٌ، وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ 

Dan aku memohon ampunan kepadaMu wahai Tuhan yang tiada Tuhan selain Engkau, tiada sekutu bagi Mu, Mahasuci Engkau Tuhan semesta alam, bagiMu segala kerajaan, bagiMu segala pujian, bagiMu segala syukur, dan Engkau adalah Yang Mencukupi kami dan sebaik-baik pelindung, penolong, dan sebaik-baik yang memberikan bantuan, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahabesar. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, juga keluarganya, para sahabatnya, dengan keselamatan yang banyak. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

3. Tasbih Rajab

Subhanallahil jaliil, subhaana mallaa yambaghittasbiihu illaa lahu. Subhaanal a'azilakromi. Subhaana mallabisal'izza wa huwa lahuu ahlun

Artinya: Maha Suci Tuhan yang Maha Agung, Maha Suci yang tidak layak bertasbih kecuali kepadanya-Nya. Maha Suci yang Maha Agung dan Maha Mulia, Maha Suci yang menyandang keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya.

Beberapa hikmah dibulan Rajab

1. isra" Mi'raj Mi'rajnya nabi Saw

2. Adamya perintah sholat 5.waktu

Kamis, 07 Juli 2022

PENTINGNYA KEMANDIRIAN AUD

 




Membahas tentang Kemandirian Anak khususnya AUD seakan topik yang tak pernah habis dibicarakan. Begitu banyak tahap-tahapnya dan sangat penting untuk memastikan anak-anak kita mencapai semua tahap-tahap kemandirian tersebut sesuai dengan usia perkembangan mereka. Dan tentunya juga penting untuk kita ketahui juga fungsi dan ciri-cirinya. Oleh karena itu Kepala PAUD TERPADU AL-MAHRUS pada parenting dengan para wali murid membahas tema ini "Pentingnya Kemandirian AUD"  Mei 2022


# Kemandirian berfungsi untuk membentuk anak menjadi pribadi yang berkualitas, yaitu: 

a. Bebas, Memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan. 

b. Berinisiatif, yaitu mampu berfikir dan bertindak secara rasional, kreatif, dan penuh inisiatif. 

c. Bertanggungjawab menerima konsekuensi yang menyertai pilihannya. 

d. Memiliki rasa percaya diri. 

e. Mampu mengarahkan diri. 

f. Mampu mengembangkan diri, Progresif dan ulet.

g. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. 

h. Mampu mengendalikan diri dari dalam Internal 

# KEMANDIRIAN AUD dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut: 

a. Memiliki kepercayaan kepada diri sendiri   

b. Memiliki motivasi intrinsik (dorongan yang berasal dari dalam diri) untuk melakukan suatu perilaku maupun perbuatan.

 c. Mampu dan berani menentukan pilihannya sendiri 

d. Kreatif dan inovatif 

e. Bertanggungjawab menerima konsekuensi yang menyertai pilihannya 

f. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya 

g. Tidak bergantung pada orang lain dan tahu kapan waktunya meminta bantuan kepada orang lain. 

h. Dapat melakukan segala aktifitasnya secara sendiri meskipun tetap dengan pengawasan orang dewasa. 

i. Dapat membuat keputusan dan pilihan sesuai dengan pandangan, yang diperolehnya dari melihat perilaku atau perbuatan orang-orang disekitarnya. 

j. Dapat bersosialisasi dengan orang lain tanpa perlu ditemani orangtua. 

k. Dapat mengontrol emosinya bahkan dapat berempati terhadap orang lain.

# FAKTOR KEMANDIRIAN, dapat disebabkan faktor internal dan faktor eksternal.

 A. Faktor Internal yaitu kondisi fisiologis dan kondisi psikologis. 

 1 Kondisi Fisiologis ( keadaan tubuh, kesehatan jasmani, dan jenis kelamin)

 2 Kondisi Psikologis 

 * faktor bawaan

* Kecerdasan dan kemampuan kognitif

B. Faktor Eksternal 

* Karena lingkungan,

* Rasa cinta dan kasih sayang orangtua terhadap anaknya

* Pola asuh orangtua dalam keluarg 

* Faktor pengalaman dalam hidup 

# Lingkungan, Lingkungan yang baik dapat menjadikan cepat tercapainya kemandirian anak. 

Manfaat Kemandirian

1. Akan memiliki kecenderungan yang positif dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan. 

2. Anak yang mandiri cenderung berprestasi 

3. Anak dapat tumbuh menjadi orang yang mampu berfikir serius serta mampu merealisasikan apa yang diinginkan. 

4. Kemampuan berfikir objektif Tidak mudah dipengaruhi 

5. Berani mengambil keputusan 

6. Tumbuh rasa percaya diri,

7. Tidak bergantung pada orang lain serta rasa bangga terhadap hasil diri sendi

8. Membantu anak dalam mengembangkan rasa bangga terhadap pencapaian kompetensi anak. 

9. Membantu anak dalam menghadapi tantangan dan kemampuan bertahan hidup. 

10. Meningkatkan rasa ingin tahu dan melakukan percobaan dengan berbagai resiko serta menemukan alternatif-alternatif baru dalam menghadapi sesuatu. 

11. Meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan emosi.



Kamis, 05 Mei 2022

Indahnya Idzul Fitri

 Idzul Fitri ١٤٤٣/2022


Setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Islam bersukacita merayakan hari raya Idul Fitri.


Apalagi, momen Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini masih  berada dalam bayang-bayang situasi pandemi Covid-19 yang belum benar-benar endemi .Walaupun bagi masyarakat sudah dianggap endemi.


Idul Fitri atau juga ditulis dengan Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdul-Fitr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.

Ada yang menentukan dengan rukyatul hilal dan ada yang dengan metode hisab.


Dan Al hamdulillah untuk tahun ini sebagian besar Ormas-ormas besar di Indonesia melaksanakan Hari Raya yang sama karena secara hisab maupun secara ru'yatul hilal tanggal 1 syawal jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022 walaupun awal memulai puasa Romadhannya ada yang berbeda. 


 Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa.

 

Kata Id berdasar dari akar kata Aada – ya'audu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Kemudian Hari Raya Idul Fitri merupakan hari yang sangat di tunggu oleh kaum muslim yang ada diseluruh dunia, dimana dari setiap kaum muslim yang berada diseluruh negara mempunyai tradisi atau ciri khas yang sangat berbeda-beda untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dan persamaannya yaitu semua sangat menghormati hari besar yang dilakukan kaum muslim untuk merayakan hari kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan.


 Dan bagian yang terpenting dari perayaan Hari Raya Idul Fitri setiap kaum muslim satu sama lain saling bersilahturahmi untuk membuat hubungan antara kaum muslim saling bersatu untuk menciptakan suasana yang lebih baik lagi untuk menjaga tradisi yang selalu ada di setiap tahun.Yang pasti semua ibadah tentunya bermuara pada satu tujuan yaitu mencari Ridho ilahi Robbi

Selasa, 03 Mei 2022

KEMBALI KEFITROH


Kembali kefitro mengharap Ridhonya

Oleh : QUDSI AMIN.M.Pd

Mulai dari malam terahir di Bulan Ramadhan sampai pada pagi hari , suara kumandang takbir semakin menggema. Kalimat takbir, tahmid, tahlil terdengar begitu nyaring untuk mensucikan, memuliakan, membesarkan Allah subhanahu wa ta'ala.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT yang mana pada bulan Ramadhan Allah SWT menguji keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Untuk itu, kita harus memperkuat keimanan dan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT.

Takwa yang berarti menjalankan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhkan atas apa yang dilarang oleh Allah SWT dengan tetap sabar dan ikhlas serta totalitas lillahi ta'ala.

Tepat Pada hari idzul Fitri ini, kita merayakan kemenangan, hari kebahagiaan dimana setiap umat  Islam kembali kepada fitrah baik secara dhahir maupun batin agar kita menjadi  insan yang bersih, sebagaimana bayi yang baru dilahirkan  Nabi bersabda, كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَة

Untuk itu, kita senantiasa harus bertakbir, tahmid, tahlil 

Pada hari  yang fitri ini patut kita ikrarkan, bahwa saat ini adalah saat yang membahagiakan karena kita dapat menjalin tali silaturahim dengan orang tua, keluarga, para sahabat, dan handaitaulan semuanya.

Rasa syukur kita karena setelah sholat idul fitri ini kita akan berkumpul, berbagi kasih, bercengkrama dengan keluarga tercinta, yang sekian lamanya kita berpisah karena segala kesibukan dan aktivitas yang kita jalani sehari-hari. Serta keharusan untuk menjaga jarak dengan adanya pandemi yang alhamdulilah Idul Fitri tahun ini sudah tidak seperti dua tahun sebelumnya. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, keberkahan dan ridha Allah Ta'ala.

Satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa, selain bentuk ketakwaan kita kepada Allah Swt. Juga dalam rangka melatih kebiasaan baik kita. 

Mari kita lihat beberapa hikmah dari ibadah puasa dibulan ramadhan yang sudah kita lakukan dan harus terus kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Hikmah yang pertama, Ramadhan memberikan pelajaran/hikmah kepada kita bahwasanya tugas kita di dunia sebagai manusia/hamba Allah/umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanyalah bertakwa.

 Yaitu dua pekerjaannya.

 فعل المأمور وترك المحظور

 “Mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang.”

 Oleh karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan isyarat akan hal ini, di dalam surat Al-Baqarah ayat pertama tentang puasa, yaitu Al-Baqarah ayat 183:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾

 “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa,  sebagaimana orang-orang sebelum kalian diwajibkan atas mereka berpuasa, agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)

Hikmah yang kedua dari Ramadhan yang penuh dengan berkah, puasa mengajarkan kita salah satu cara beribadah adalah beribadah yang ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagaimana hadits yang di riwayat oleh imam Bukhari bahwa, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

 “Setiap amalan anak Adam (shalat, baca Qur’an, sedekah, haji, umrah, bakti orang tua) pahalanya diketahui, yaitu 1 amal kebaikan dilipatkan menjadi 10 sehingga mendapatkan 10 hasanah, kemudian dilipatkan lagi menjadi 700. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Kecuali puasa, puasa itu milikKu, dan Aku yang akan mengganjarnya.'” (HR. Bukhari)

Di sini kita ambil pelajaran bahwa pahala puasa tanpa batas. Kenapa demikian ?  Karena ternyata di dalam puasa terdapat keikhlasan. 

Tidak ada di antara kita, samping kanan kiri kita, ada yang tahu kita puasa atau tidak. Makanya Imam Ahmad Rahimahullahu Ta’ala pernah berkata:

الصيام لا يدخله الرياء

 “Puasa, tidak dimasuki oleh riya’.”  Karena tidak ada yang tahu puasa kita, kecuali Allah.

Hikmah yang ketiga,   memberikan pelajaran kepada kita agar senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena dengan lapar, akhirnya kita tahu bagaimana  enaknya  makan. Seperti  kebiasaan orang,  bisa bersyukur saat menerima nikmat . 

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yang berkaitan dengan ayat puasa telah memberikan isyarat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّـهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hendaknya kalian menyempurnakan bilangan puasa dan bertakbir agar kalian bersyukur.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)

Puasa Ramadhan hikmahnya adalah mendidik kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semakin bersyukur, maka semakin ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

Yang keempat, hikmah dari bulan Ramadhan adalah mendidik kita agar bersabar saat mendapatkan musibah yang kurang nyaman, yang buruk menurut kita. Saat lapar, saat haus, bersabarlah. 

Makanya pahala tanpa batas bagi orang mukmin yang bersabar, karena di dalam puasa terdapat tiga kesabaran; sabar saat mengerjakan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi takdir yang buruk berupa lapar dan haus. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : 

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

 “Sesungguhnya Allah hanya memberikan pahala tanpa batas kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Az-Zumar[39]: 10)

Pelajaran yang sangat berharga, hikmah yang sagat mendalam dari bulan Ramadhan adalah bahwa ibadah tidak akan pernah bisa kita tegakkan kecuali dengan meminta pertolongan kepada Allah.  

Ibadah harus sampai akhir. Itulah kenapa Lailatul Qadar bukan di awal malam pertama bulan Ramadhan, tapi Lailatul Qadar adalah di akhirnya. 

Maka ini pelajaran bagi kita bahwasanya yang menjadi ukuran hidup kita adalah akhir dari kematian kita,  dalam keadaan apa? Apakah mati di dalam amal shalih, ataukah mati di dalam amal buruk?       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

 “Sesungguhnya amalan tergantung pada akhirnya.”

Maka perhatikan kebiasaan-kebiasaan rahasia kita, mari kita amalkan kebiasaan baik kita selamat ramadhan untuk terus kita biasakan dan kita tingkatkan dikehidupan kita sehari-hari,  jangan sampai kita meni ngal di atas kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Hati-hati, jangan-jangan seseorang meningal di atas kebiasaan buruknya, karena seseorang diukur dari amalan akhirnya.

Dari semua hikmah ibadah bulan romadhon yang ada, tentunya yang paling diharapkan oleh Setiap Mukmin, adalah mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena keridhoan Allah bagi kita adalah segala-galanya. Sebab apabila Allah ridho kepada kita, maka Allah pasti berikan kepadanya berbagai macam inayah, taufik, rahmat dan kasih sayangNya.  Dalam sebuah hadits disebutkan :

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

 “Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

Ridha Allah adalah ridha kedua orang tua, sehingga pada saat yang mulia ini yaitu Idul fitri kita dikumpulkan oleh Allah SWT, untuk dapat bersilaturahim, bersungkeman kepada kedua orang tua dan sanak keluarga semua, suatu kenikmatan yang luar biasa dahsyatnya.

Bersyukurlah kita yang masih mempunyai kedua orang tua yang masih hidup, sehingga kita dapat mencium tangannya, kalian masih dapat mencium pipi mereka dan dan bahkan  masih dapat mencium  keningnya sebagai  ungkapan kecintaan kita serta untuk mengharap ridhonya.

رضا الله هوتما م د رجات الرزك

Ridha Allah adalah kesempurnaan dalam hidup dan kehidupan karena dengan ridha Allah kita akan mudah menjalankan ibadah kepada-Nya. Juga dengan ridha Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan, yaitu kebahagiaan duniawi dan ukhrawi dalam waktu yang bersamaan.

Perintah ibadah puasa untuk mendapatkan ketakwaan di sisi Allah SWT karena takwa merupakan target dari ibadah puasa yang kita lakukan. Dan pada hari ini, ibadah puasa telah berlalu selama satu bulan penuh, kini saatnya kita merayakan hari kemenangan, yaitu Idul Fitri. Ini adalah hari kemenangan, hari di mana dihalalkan makanan dan diharamkan puasa. Mari kita rayakan dengan penuh kegembiraan tanpa melupakan latihan-latihan kita selama bulan ramadhan yang sudah kita lakukan.

Pada hari ini pula kesucian jiwa dan ketenangan hati dapat kita raih bersama, kita kembali kepada fitra dan ridha-Nya.

Semoga kita selalu diberi kesehatan dan ketenangan jiwa, sehingga kita akan mampu menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita, serta mampu mengamalkan kebiasaan baik yang sudah kita latih selama romadhan dikehidupan kita sehari-hari, seperti ihlas dalam beribadah, selalu mensyukuri segala pemberikan Allah Swt. dan selalu sabar dalam setiap keadaan, serta membiasakan semua kebaikan - kebaikan yang akhirnya akan menjadi karakter kita sehingga akan menjadikan kita hamba yang sempurna disisi Allah. Amin..

والله اعلم بالصواب