Kamis, 17 Maret 2022

Nisfu sya'ban=lailatul Bara'ah

 


Diantara peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya‘ban adalah diangkat atau dilaporkannya amal hamba kepada Rabbul Alamin. Karena itulah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak amal saleh, terutama berpuasa.

Keistimewaan malam nisfu Syaban yang lain adalah malam dikabulkan doa atau Lailah Al-Ijabah. Mengapa malam nisfu Syaban disebut malam pengabulan doa.

"Lima malam tidak akan ditolak doa di dalamnya, Malam Jumat, Malam Pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Lailatul Qadar, malam hari raya Idul Adha dan Idul Fitri."

Dan pada bulan sya'ban tahun ini nisfu syaban yaitu tgl 15 Sya'ban/ malam Jum'at 17 Maret 2022

Malam Nisfu Syaban menjadi malam anugerah dari Allah SWT bagi umat Islam.

Dalam Nisfu Syaban, Allah SWT akan mengangkat amal perbuatan manusia dan memberikan ampunan bagi hamba-Nya yang meminta ampunan

Umat Islam mengenal malam Nisfu Syaban sebagai Lailatul Bara'ah, artinya malam pengampunan dosa.

Tradisi Masyarakat Madura nisfu Sya'ban yang dikenal dengan istilah Sya'banan biasanya disambut dengan doa bersama yang dibarengi dengan shodaqoh(rebbe) yang mereka sangat meyakini bahwa sya'banan adalah genteh buku

Dan Tradisi di sebagian pondok pesantren khususnya di Jawa Timuran yaitu sowan kepengasuh dan keluarganya dalam rangka ngalap barokah.

Dan saya pribadi saat berada dipesantren menikmati suasana malam karena ingin membuktikan bahwa malam itu tidak ada angin,walaupun ada angin itupun hanya sepoi-sepoi indahnya masa-masa mengenang nisfu sya'ban....

Terlepas dari pro kontra yang ada namun harus kita meyakini bahwa ada beberapa Hikmah Malam Nisfu Syaban menurut sebagian pendapat itu benar adanya:

1. Malam nisfu syaban adalah malam yang berkah dan penuh hikmah

2. Malam nisfu syaban adalah malam yang mulia setelah malam lailatul qadar

3. Malaikat-malaikat akan mencatat dan melaporkan amal tahunan pada malam nisfu syaban

4. Dibukakan 300 pintu rahmat pada malam nisfu syaban

5. Memperbanyak ibadah, seperti membaca Alquran, dzikir, doa, dan sebagainya.

6. Nisfu syaban adalah malam yang mustajabah

7. Para ahli kubur datang ke rumahnya pada malam nisfu syaban.  والله اعلم بالصواب

Kalender Islam yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Pada bulan Syaban ini seluruh amalan manusia diangkat kepada Allah SWT. 

Dari 30 malam di bulan Syaban, terdapat satu malam yang mendapat kekhususan dan keistimewaan, yaitu malam Nisfu Syaban. Nisfu artinya pertengahan, sehingga Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban.

Sebagian umat Islam memperingati malam Nisfu Sya'ban sebagai malam diubahnya arah kiblat dari semula Masjidil Aqsha menuju Masjidil Haram. 


Di malam ini Allah mengawasi hamba-Nya yang mendirikan sholat malam atau qiyamul lail. Sedangkan sebagian ulama salaf mengerjakan sholat Sunnah di malam Nisfu Syaban yang disebut dengan sholat Al khair atau sholat kebaikan. 


Menurut riwayat Al Hasan, para sahabat Nabi pernah menyampaikan kepadanya apa saja keutamaan sholat Nisfu Syaban. "Barang siapa yang mendirikan sholat sunah di malam Nisfu Syaban, maka Allah SWT akan memandangnya sebanyak 70 kali, dan setiap pandangan Allah akan mengabulkan 70 kebutuhannya. Adapun pandangan paling dekat adalah memberikan pengampunan,"

Malam Nisfu Sya'ban memang waktu yang tepat untuk digunakan dalam memperbanyak amalan. Berikut amalan di bulan Syaban.

Puasa Nisfu Syaban,Memper banyak Doa, Membaca Dua Kalimat Syahadat,perbanyak Istighfa,bersilaturahim

Malam Nisfu Syaban juga disebut sebagai malam maghfirah atau malam pengampunan. Pasalnya pada malam tersebut, Allah akan memberikan pengampunan pada seluruh hambanya yang beriman dan beramal saleh.

Dikabulkannya Segala Permintaan oleh Allah

Barang siapa yang memanjatkan doa kepada Allah SWT pada bulan Syaban, maka Allah akan mendengar dan Allah akan jawab dengan mengabulkan doa-doanya.

عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ 

Dari Mu'adz bin Jabal bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam)”

Ya Allah Ampunilah hambamu yang sering lalai ini
Dengan Sifat Maghfirahmu

Dan hambaMU yang hina ini
Bermunajat keharibaanMU
Dan jadikanlah semua amalku
Amalan maqbulaa

(by: RA)

Minggu, 06 Maret 2022

Sya'ban Barokah


YA Allah kabulkan doa kami

Disebutkan bahwa bulan Syaban adalah bulan Rasulullah SAW, "Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku (Rasul) dan Ramadhan adalah bulan  ibadah bulan Sya'ban yang paling utama adalah di malam Nisfu Syaban.

"Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda, 'Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rezeki akan Aku beri dia rezeki, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing."

Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, dari Aisyah RA, dia berkata,

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Beliau SAW memperbanyak puasa di bulan-bulan lain, seperti Sya'ban."
 
Sepoi-sepoi angin menyapa hamba
Menebarkan rasa sejuk yang luar biasa
Aroma Sya'ban menebar rasa
Membuat debar didada 
Sambut dengan segala suka cita

Sya'ban adalah bulan mulia
Kita warnai bulan istimewa  dengan segenap asa
Melalui untaian kata dan doa
Jangan lewatkan keutamaannya
Dengan segenap rasa syukur dan bahagia
Banyak keagungan terjadi pada Sya'ban
Banyak peristiwa dasyat di dalamnya
Sya'ban adalah bulan yang mulia
Sya'ban yang sejukkan jiwa
Sya'ban telah tiba
Kita sambut dengan bahagia

Sya'ban...
Bulan yang diagungkan Islam
Bulannya Rasul shallallahu alaihi wasallam
Bulan dimana Rasul bermunajat
Mohonkan ampunan bagi umat
Bulan diangkatnya amal perbuatan
Tuk dihaturkan kehadapan Tuhan semesta alam

Sya'ban...
Bulan turunnya wahyu Allah ke langit dunia
Dan menyampaikan  firmanNya
"Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya?

Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki?

"Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya?

Bulan Sya'ban adalah bulan kemenangan
Bulan yang akan mengantarkan kita pada bulan nan suci
Kebahagiaan akan hadir
Pahala akan terus mengalir
Karena Sya'ban adalah bulan Mulia

Bulan Sya'ban...
Banyak sekali pahala pada bulan ini
Bulannya para pembaca Al-Quran
Bulannya Rasul meminta ampunan
Amalan puasa Sya'ban sangatlah mulia

Sambutlah bulan Sya'ban dengan syukur
Semoga kita mendapat Rahmat di bulan Sya'ban
Berharap berjumpa pada malam yang syahdu;
Nisfu Sya'ban."
(by:RA)

JemberSya'ban ١٤٤٣/maret2022)





Kamis, 25 November 2021

GURU IDEAL?

"Menjadi Guru Ideal

Antara Harapan dan Keinginan"



Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November  bersamaan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia.

Hari Guru diperingati sebagai ucapan terima kasih kepada para guru atas jasa mereka dalam memajukan pendidikan.

Guru adalah sosok yang pantang menyerah dalam membimbing kita. Mereka dengan tulus dan ikhlas mendedikasikan sebagian besar waktunya agar para murid bisa menjadi individu yang lebih baik dan berguna, berkat didikan dan doa-doanya.

Jasa-jasa para guru yang telah diberikan tidak bisa kita balas dengan apa pun. Dengan keberadaan guru, kita bisa menemukan potensi terbaik diri.

Semoga Hari Guru kali ini akan menjadikan para guru semakin menjadi pendidik yang ideal khususnya bagi para guru PAUD TERPADU AL-MAHRUS ARJASA JEMBER

Bila ideal itu diartikan sesuai dengan yang kita cita-citakan atau dikehendaki. Maka sosok guru yang ideal adalah guru yang mampu memenuhi harapan siswa dalam belajar, guru yang menjadikan siswanya merdeka dalam belajarnya, guru yang menjadikan siswanya sebagai subjek bukan lagi sebagai objek, bukan siswa yang harus mengikuti semua keinginan guru karena mengejar target.

Guru ideal, tentu tidak hanya sebatas menguasai materi pelajaran, metode dan mampu mengelola kelas dengan optimal. Tapi guru idealpun dituntut untuk mau belajar menemukan inovasi pembelajaran yang kreatif, efektif,menyenangkan dan selalu bersemangat meningkatkan kapasitas dirinya. Utamanya kemampuan pedagogig digital dari sisi datadik  maupun metodiknya seiring dengan dinamika era kini dengan teori cybermetiknya.

Pengertian tentang guru yang ideal, harusnya lebih kita pertajam lagi. Bukan hanya soal kepangkatan atau kesejahteraan guru itu sendiri. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, lagi-lagi kompetensi guru dan kreativitas pembelajaran digital guru menjadi penting untuk lebih ditingkatkan. 

Maka sosok guru ideal, terletak pada beberapa kata kunci, diantaranya : Yaitu  kompetensi dan sikap Kompetensi guru bertumpu pada kemampuan pedagodik yang mumpuni, khususnya pembelajaran digital di era ini. Lebih dari itu, guru pun dituntut memiliki kompetensi professional, kepribadian, dan sosial dalam menjalankan tugas pengajaran dan guru juga harus bisa menjadi suri tauladan dari segi pembentukan karakter para siswa.

Kompetensi gurupun, mau tidak mau juga harus ditopang oleh kualifikasi akademik yang lineer dengan bidang studi yang diampunya. Di samping guru yang selalu terlibat dalam program peningkatan kompetensi pembelajaran (PKP) maupun kemampun untuk menjadikan  Lembaga Belajar Berkulitas (LBB) 

Jayalah para Guru

Semakin majulah dunia Pendidikan

Selamat hari guru 25112021

#paudterpadualmahrusjember

#paudaalmahrus


#paudterpadualmahrusjember

#paud




Sabtu, 19 Juni 2021

Learnilng Loss vs Cluster Baru

 


Selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  dilakukan dengan daring bagi saya agak kesulitan mema hami kompetensi siswa," gumam beberapa kawan yang sama-sama berprofesi sebagai guru PAUD di Arjasa Jember kepada saya tempo hari saat ada pertemuan guru PAUD sekecamatan Arjasa di lembaga PAUD TERPADU AL-MAHRUS JEMBER. 

Ini hanyalah gambaran singkat  bagaimana perasaan dan unek-unek sebagian guru saat wabah pandemi melanda negeri ini. Ada guru yang merasa skeptis tentang pembelajaran daring. Sebagian lagi ada yang beranggapan bahwa pembelajaran daring memiliki risiko learning loss yang besar pada generasi saat ini. 

Di sisi lain, selama wabah pandemi C-19 ini berlangsung, ada sebagian orang tua yang akhirnya tidak mendaftarkan anaknya untuk sekolah, terutama anak-anak yang ada pada masa usia dini (PAUD) terlebih di daerah pedesaan. Karena mereka berang gapan bahwa dengan belajar dari rumah (BDR) apalagi secara Online itu sama dengan tidak bersekolah, apalagi dengan daring itu dianggap anak tidak belajar.



Ada juga pandangan miring orang tua yang berkata "enak gurunya di masa pandemi tidak mengajar tetap digaji" bagi sebagian masya rakat guru mengajar lewat online itu bukan dianggap mengajar karena merasa anaknya tidak men dapatkan ilmu dibandingkan de ngan belajar secara tatap muka.




 



Padahal pada usia dini, tumbuh kembang anak sangat penting untuk diperhatikan karena masa ini merupakan masa golden age dan masa-masa yang sangat pesat perkembangannya. Hal ini juga bisa menjadi pemicu akan terja dinya learning loss pada generasi ini. 

Learning loss merupakan kondisi pada sebuah generasi yang kehi langan kesempatan menuntut ilmu akibat penundaan proses belajar mengajar. Pada masa ini siswa bukannya tidak ada kesempatan belajar, mereka tetap belajar secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) namun karena adanya beberapa tantangan (baca: kendala) baik secara fasilitas maupun kapasitas sehingga berdampak pada tidak tercapai nya kompetensi secara maksimal yang sesuai dengan tujuan pembelajaran di masing-masing indikator yang ingin dicapai. 

Potensi learning loss adalah suatu hal yang agak sulit untuk dihin dari pada saat diberlakukannya Pembelajaran jarak jauh (PJJ). PJJ yang saat ini sedang berjalan ma lah sebagian lebih terkesan hanya sebagai penugasan jarak jauh, bukan lagi pembelajaran jarak jauh.

Karena yang terjadi selama ini  pelaksanaan PJJ, ada sebagian guru yang lebih banyak membe rikan tugas yang sebagian tidak dimengerti oleh para peserta didik sehingga orang tua harus turun tangan langsung untuk mendampi nginya atau bahkan orangtua juga ikut mengerjakan terutama pada AUD dan siswa Sekolah Dasar.



Sebenarnya learning loss akan terjadi karena kurangnya SDM serta fasilitas bagi anak yang menjalankan PJJ. Sehingga akhir nya berdampak pada penurunan capaian belajar.

Kita sadar bahwa PJJ itu kurang optimal dalam sisi capaian belajar. Dan kesenjangan kualitas antara yang punya akses keteknologi dan yang tidak itu jadi semakin besar bagi  mereka baik karena jaringan maupun karena terbatasnya fasili tas. 

Maka  dari itu kebanyakan masya rakat maupun sebagian para ahli berpendapat bahwa learning loss akan tercegah apabila pembela jaran segera dilaksanakan secara tatap muka. 

Sebagian daerah sudah ada yang melaksanakan pembelajaran seca ra tatap muka walau dengan siswa terbatas dan tetap melaksanakan Protokol kesehatan. Namun ada sebagian yang belum, hal ini dikarenakan belum adanya PERDA di Daerah yang bersang kutan. 

Namun melihat situasi yang berkembang di sebagian daerah, maka tidak ada solusi lain selain anak-anak harus mulai berin teraksi lagi. Sekolah harus menye diakan opsi tatap muka. Namun, dalam hal ini bahwa orang tualah yang tetap memiliki hak mutlak menentukan apakah anaknya sudah boleh ikut sekolah tatap muka atau tidak. Itu merupakan hak prerogatif para orangtua. Dan sekolah tidak punya kewenangan untuk memaksa. 

Hal ini memang menjadi sebuah delema bagi kita tetap dengan PJJ learning loss risikonya, dengan tatap muka clusster baru  dikha watirkan terjadi. 

"Sebuah delema bagi lembaga selama masa pandemi ini khususnya di PAUD Terpadu Al-Mahrus orangtua menuntut agar anaknya masuk sekolah secara tatap muka karena menurut mereka keberhasilannya lebih nampak nyata dibandingkan dengan BDR apalagi secara ON LINE tapi dari PEMDA Jember sendiri belum ada PERDA yang mengaturnya" papar Bpk Qudsi Amin, M.Pd selaku Kepsek PAUD TERPADU AL-MAHRUS JEMBER.

(by : RA)



 




Rabu, 02 Juni 2021

KESAKTIAN PANCASILA

 KESAKTIAN PANCASILA 010621

Garuda Namamu

Hanya sebuah lambang yang digambarkan sebagai simbol kekuatan

Ya....hanya sebuah lambang kekuatan'

Kekuatan Pemersatu bangsa...

Pemersatu suku bangsa...

Pemersatu antar Agama, ras dan lainnya

Betapa penting dan berharganya dirimu

Ketika semuanya mampu memahami dan mengamalkan makna-makna yang tersimpan disetiap kata dan simbol pada dirimu

Betapa hebat dirimu "Garudaku"

Ketika pemegang kebijakan mampu menjadikanmu perisai sakti yg tidak boleh diindahkan lagi....

Ketika semuanya mampu menjadikanmu tekat utk saling bisa memberi ikatan kuat...

Ketika semuanya mampu mengamalkan setiap makna yang terkandung di dalamnya

Ya...ketika semua orang dapat memahami....mengerti....dan berusaha untuk mengamalkannya...

Maka kau jadi Sakti

Begitulah sebuah simbol akan berfungsi ketika orang~orangnya mau memaknai dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya ...

Berarti siapakah yang sakti.....

Simbol kah atau mereka yang mau mengamalkan kebaikan dari pemahaman akan kesaktiannya.....

Mari kita jadikan diri kita Sakti dengan mengamalkan sekecil apapun kebaikan yang kita miliki....


Sabtu, 15 Mei 2021

DELEMA SILATURRAHIM DI MASA PANDEMI

Dua kali sudah Idul Fitri dirayakan oleh  umat Islam di tengah situasi wabah pandemi Covid-19.

"Delema Silaturrahim dimasa Pandemi"

Hari Raya Idul Fitri menjadi perayaan besar bagi seluruh umat muslim di dunia.

Hari Raya Idul Fitri 1442H/2021 M kurang lengkap rasanya bila kita tidak menyematkan ucapan-ucap an kepada orang terdekat. Yang intinya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, kita bisa mengirim ucapan-ucapan itu lewat media sosial khususnya untuk keluarga dan handai taulan yang jauh. Misal dengan ucapan :

مع كل الحب، البركات، والسلام في هذا اليوم المجيد. عيد فطر سعيد

Momen Idul Fitri atau Lebaran juga dimanfaatkan untuk bersilaturrahim, saling memaaf kan dan berkumpul dengan keluarga. Karena kita meyakini besarnya hikmah dari Silatur rahim. 

Nabi   صلي الله عليه bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِيْ أَثْرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umur nya, maka hendaklah ia menyam bung silaturrahim.” 

لَيْسَ الوَاصِلُ بِالمُكَافِئ، وَلكِنَّ الوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Idulfitri itu selalu ada di bulan Syawal. Syawal itu artinya meningkat. Meningkat keimanan dan ketakwaannya.  

Jadi idulfitri adalah momentum untuk pembuktian bahwa selama sebulan di bulan Ramadan ini umat Islam telah berhasil ditempa dengan baik, salah satunya  dibuk tikan dengan meningkatkan kepe duliannya kepada sesama. Misal nya berbagi dengan orang yang membutuhkan baik dengan Zakat nya baik Zakat mal maupun zakat fitrah dan shodaqohnya.

Kepedulian itu juga dengan sikap misalnya seperti memakai masker ketika berada diantara orang asing. Dan situasi pandemi ini mengharuskan kita semua untuk membatasi diri. Membatasi mobi litas, membatasi pertemuan. 

Syawal tahun ini menjadi momen tum bahwa kita peduli dengan sesama, dengan menjaga diri kita, menjaga keluarga kita, menjaga lingkungan kita agar tidak terpa par covid-19. 

Jadi kita harus berusaha keras melatih dan menahan diri. Walau pun kenyataannya dima syarakat agak sulit untuk mem praktekkan protokol kesehatan C-19 secara penuh karena memang bagi seba gian besar dari kita bersilatur rahim secara langsung serasa lebih afdal dibandingkan dengan cara virtual (baca: Sila turrahim birruhi wal jasadi) dan lebih mantab. 

Akan tetapi, di tengah pandemi virus corona yang melanda dunia, memaksa semua orang untuk tetap di rumah (khususnya untuk idul fitri 1441) meminimalisir pertemuan dan mobilitas, sehing ga tidak bisa merayakan Lebaran seperti dalam kondisi normal, akan tetapi tahun ini keadaan sudah tidak terlalu mencekam seperti tahun yang lalu walau rasa waswas itu tetap ada namun kita sudah mulai bersahabat dengan situasi ini dengan tetap memper hatikan protokol kesehatan meski pun tidak seketat dulu lagi. 

Sebenarnya secara tidak langsung wabah corona ini mengingatkan kita sebagai orang Islam bahwa kita telah diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan, seperti sun nah sebelum wudlu' kita dianjur kan untuk membasuh tangan dengan cara menyela-menyelati diantara jari-jari, menja ga jarak dengan orang asing (dalam Islam ajnabiy anjnabiyah ) menutup  aurat.

Ternyata ramadan sebulan nam paknya masih kurang untuk me nempa diri kita. Karena agama Islam ini memerintahkan untuk ketaatan bukan hanya kepada Allah, bukan hanya kepada Nabi, bukan hanya kepada penerus Nabi atau para ulama. Tetapi juga ketaatan kepada ulil amri ketaatan kepada para pemimpin, kepada pemerintah (umara') 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوااللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِيالْأَمْرِ مِنْكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan ulil amri kalian.”( Al-Anfal: 46:)

Bahkan untuk mengurangi resiko klaster baru corona pemerintah mengeluarkan aturan larangan mudik. 

Disinilah delema Silaturrahim mulai terjadi, antara silaturrahim secara langsung atau atau cukup dengan cara virtual. Khususnya bagi orang-orang yang harus mele wati daerah penyekatan. 

Namun ikhtiar secara totalitas diranah kemanusiaan sangatlah dibutuhkan dan berupaya secara khusu' diarea Keilahian wajib dilakukan. 

Kemudian lakukanlah sesuatu itu tanpa syarat untuk mendapatkan kehidupan yang sarat dengan kebaikan.

 والله اعلم بالصواب





Selasa, 04 Mei 2021

MODEL POLA ASUH "GOOD PARENTING"


MODEL POLA ASUH  “GOOD 

PARENTING” ORANGTUA 

DENGAN ANAK DISABILITAS

(Oleh : QUDSI AMIN, M. pd dan ROKHIMAH M.Pd)


Setiap anak memiliki hak, kewajiban dan kesempatan serta peran yang sama dalam segala aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. Tidak terkecuali anak dengan disabilitas mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan dan hak-hak lainnya, mereka juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak guna membantu mewujudkan mimpi-mimpinya kelak di masa depan. 

Pengasuhan yang baik akan menghasilkan anak dengan disabilitas dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan hak mereka sehingga dapat berfungsi secara sosial. Perlunya edukasi akan fungsi keluarga yang harus dipenuhi yaitu afeksi, keamanan, identitas, afiliasi, sosialisasi serta kontrol harus diberikan orangtua kepada anak penyandang disabilitas Menurut model Cunningham (Cunningham’s model of psychic crisis) terdapat berbagai emosi dan reaksi orang tua dengan kehadiran anak yang cacat dengan beberapa tahapan, yaitu fase terkejut (shock phase), fase bereaksi (reaction phase), dimana orangtua merasakan kecemasan dan gagal dalam mengasuh anak, kemudian memberikan pengasuhan anak mereka kepada orang lain/orang  yang ahli, fase penyesuaian (adaptation phase), pada tahap ini orang tua secara realistik mulai menerima kondisi anak dan yang terakhir fase orientasi (orientation phase), orangtua mulai mengorganisasi pikiran dan perasaannya sendiri dan melaksanakan program yang disarankan serta membuat rencana masa depan bagi anaknya yang disabilitas. 


Dukungan sosial berpengaruh terhadap anak berkebutuhan khusus dalam membuat anak tersebut tidak merasa berbeda dari anak normal. Support, motivasi, semangat serta penghargaan bagi mereka sangat mempengaruhi psikis anak, dampaknya anak semakin yakin akan potensi yang ada dalam dirinya. Anak dengan disabilitas harus mempunyai pengasuhan yang baik sejak usia dini karena merupakan tahapan usia keemasan (Golden Age). Sehingga anak dapat dikembangkan potensinya yang luar biasa terutama dari orangtua anak. Karena apabila pada masa ini tidak memperoleh rangsangan-rangsangan yang tepat maka anak akan mengalami kesulitan pada masa-masa perkembangan berikutnya (Dinar W. 2008). 


Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terkait dengan pola asuh good parenting anak dengan disabilitas di jember menghasilkan bahwa adanya motivasi positif serta pendampingan secara langsung yang dilakukan oleh orang tua beserta dukungan anggota keluarga yang lain terhadap anak disabilitas sehingga mampu memotivasi terhadap anak disabilitas tersebut untuk bisa bermain tanpa rasa canggung dengan teman sebanyanya yang tidak disabilitas. Walaupun seperti pada pengakuan para orang tua bahwa rasa takut dan khawatir yang dirasakan orang tua itu selalu ada pada awalnya, akan tetapi karena adanya kesadaran dan keinginan kuat orang tua agar anaknya dapat tumbuh dan berkembang sama dengan anak pada umumnya, maka perasaan tersebut harus dilawan dengan memberi kepercayaan terhadap anaknya yang disabilitas tersebut. Selain itu para guru tempat anak disabilitas bersekolah juga selalu memberikan pemahaman bahwa mereka “anak disabilitas tersebut” sama dan tidak ada perbedaan yang harus membuat mereka malu bermain dengan temannya yang lain. Selain itu para guru juga selalu  memberikan pengertian kepada siswa lain yang tanpa disabilitas untuk selalu mengajak bermain terhadap anak disabilitas tersebut tanpa membeda-bedakan serta selalu mendukung terhadap permainan yang dilakukannya secara bersama-sama bahwa tidak harus selalu pertolongan fisik yang mereka butuhkan, menanamkan rasa percaya diri jauh lebih penting untuk ditumbuhkan pada anak disabilitas. Hal ini membutuhkan peran orang tua sebagai orang terdekat yang dapat terus memotivasi anak serta peran guru sebagai orangtua kedua di sekolah tempat anak disabilitas tumbuh dan berkembang.

Adapun upaya untuk menumbuhkan rasa percaya diri ini dilakukan dengan cara tanamkan bahwa kesempurnaan bukan segala-galanya, yakinkan bahwa setiap manusia memiliki potensi masing-masing, hindari terlalu mengendalikan anak disabilitas, sebagai orang tua harus selalu mendukung anak agar berkembang serta harus mampu mengendalikan kecemasan dan kehawatiran diri terhadap apa yang dilakukan anak, memberi kebebasan anak dalam beraktivitas dan dan menyelesaikan tugasnya sendiri sejak dini, tetapi tetap dalam pengawasan,  memberikan dorongan yang intens, agar anak merasa lebih percaya diri dan terdorong untuk melakukan yang terbaik, fokus pada proses yang dilakukan anak, bukan apa yang dihasilkan anak dan memberikan pujian dan berempati terutama ketika anak disabilitas sedang frustrasi, karena dengan empati akan mampu membantu anak disabilitas melewati masa-masa sedihnya. 

Dari beberapa pola asuh yang ada, pengasuhan secara demokratis merupakan pengasuhan yang lebih tepat apabila diterapkan oleh orangtua terhadap anaknya yang disabilitas, karena akan mampu menjadikan anak tersebut beraktifitas dan mandiri dalam kegiatan atau aktifitasnya bersama teman-temannya yang tidak disabilitas. Karena dalam sistem pola asuh demokratis aspirasi setiap individu terakomodasi dengan baik sehingga setiap individu dihormati sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya. Selain itu sistem pola asuh demokrasi juga mengajarkan kepada para anak dan anggota keluarga  yang lain bahwa hak dan kewajiban setiap individu harus dihargai dan dihormati sebagaimana mestinya, sehingga setiap orang dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 

Terdapat beberapa cara yang dilakukan orang tua untuk memberikan dorongan positif demokratis pada anak, di antaranya adalah memperlihatkan kepercayaan, membangun respek diri atau tidak membanding-bandingkan, menghargai usaha dan perbaikan, fokus pada kekuatan atau kelebihan yang dimiliki anak dan selalu memiliki rasa humor. Kunci menjadi orang tua dengan anak yang disabilitas adalah dengan menjaga hubungan yang harmonis, terbuka, saling respek, empati dan berdasarkan kasih sayang.


Sehingga pola asuh orangtua secara demokratis terhadap anaknya yang disabilitas akan mampu menjunjung keterbukaan, pengakuan terhadap pendapat anak, dan kerjasama. Anak diberikan kebebasan, namun kebebasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia diberikan kepercayaan untuk mandiri tetapi tetap dalam pengawasan. Dan yang tidak kalah penting yaitu lakukan semuanya itu dengan rasa kasih sayang bukan karena kasihan.